Beberapa lokasi yang akan menjadi bagian dari agenda tersebut antara lain Pulau Bokori, Batu Gong, Labengki, Pulau Hari, serta dua destinasi baru yang tengah dikembangkan, yakni Pulau Senja dan Tanjung Kartika. Selain wisata bahari, promosi juga akan dipadukan dengan wisata budaya melalui kunjungan ke wilayah Kepulauan Buton, termasuk agenda yang berkaitan dengan salah satu kesultanan setempat.
Rangkaian fun trip direncanakan berlangsung selama tujuh hingga sepuluh hari. Program ini menjadi bagian dari strategi pemasaran destinasi secara kolaboratif antara pemerintah daerah dan maskapai penerbangan, dengan harapan mampu meningkatkan daya tarik Sultra di tingkat nasional maupun internasional.
Terkait rute reguler, AirAsia disebut berpeluang membuka jalur Jakarta–Kendari dengan kemungkinan konektivitas melalui Makassar. Namun, kepastian rute dan jadwal operasional masih menunggu pengumuman resmi dari manajemen maskapai.
Ridwan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan maskapai penerbangan merupakan langkah strategis dalam membuka akses wilayah serta memperluas jaringan pariwisata. Dengan dukungan konektivitas udara yang stabil, promosi destinasi diyakini akan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Sulawesi Tenggara.
